Tidak pernah meragukan tamu, meskipun permintaannya aneh - aneh

Senin, 06 Maret 2017

Konfigurasi Router diMikrotik

CARA KONFIGURASI ROUTER DI MIKROTIK

- Ip address print
- Ip address remove number=0
- Ip address add address= 192.168.137.254/24 interface=ether1
- Ip address print
- Ip address add address=192.168.100.254/24 interface=ether2
- Ip address print
- Coba di Ping google.com
- Ip route add gateway=192.168.137.1
- Ip dns print

Ip dns :
- Ip dns set server=8.8.8.8,8.8.4.4 allow-remote-requests= yes
- Ip address print
- Ip firewall nat add
- Ip firewall nat add chain=srcnat out-interface= ether1 action=masquerade
- Ip dhcp-s

- Ip di windows XP :
192.168.100.1
255.255.255.0
192.168.100.254
8.8.8.8
8.8.4.4

- Ip DHCP-Server setup
- lalu ketik " Ether2 "
- lalu ganti ip dns server dengan " 8.8.8.8 "
- Tunggu sampai ada tulisan " 10m "

- Lalu masuk ke windows Xp
- Lalu open networking di virtual box windows Xp
- Jika sudah Bukan CMD
- lalu coba ping dengan ip sebagai berikut.

Ping 192.168.137.254
Ping 192.168.137.1
Ping 192.168.100.254
Ping 192.168.100.1

- Jika sudah berhasil ada tulisan " Reply from "
- Jika sudah kelar semua take snaphot XP dan mikrotik.

Dibawah ini ada Video Tutorialnya :



Seperti yang kalian lihat diatas adalah cara Mengkonfigurasi Router DiMikrotik.

Mohon maaf bila ada kesalahan kata dari penulisan maupun dari Video.

Kamis, 23 Februari 2017

Konfigurasi DHCP Server diMikrotik

  1. Buat IP Address POOL
    perintah : ip pool add name=dhcp-fujiflantoge ranges=192.168.2.10-192.168.2.50
  2. Buat DHCP Network untuk bisa di dapatkan secara otomatis oleh Client
    perintah : ip dhcp-server network add address=192.168.2.0/24 gateway=192.168.1.1
  3. Buat / tambahkan DHCP Server
    perintah :ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-fujiflantoge


  1. Lihat detail DHCP Server
    perintah : ip dhcp-server print


tanda X yang di beri tanda berwarna merah tanda nya bahwa DHCP Server nya belum Enable maka enable kan terlebih dahulu baru tanda X di Gambar hilang
  1. Enable DHCP Server 0
    perintah : ip dhcp-server enable 0


Tanda X nya sudah hilang berarti DHCP Server sudah Aktif Untuk mencoba nya

 uji coba dengan Clinet nya berikan Ip Address Automatic alias DHCP

Rabu, 22 Februari 2017

Routing Linux Debian

Buka Debian linux virtual box lalu login sebagai root

Lalu Login

ikuti perintah dibawah ini

# nano /etc/network/interfaces

edit dan masukan IP address

iface eth0 inet static
         address 172.19.1.1
         netmask 255.255.0.0
         network 172.19.0.0
         broadcast 172.19.255.255
         gateway 172.19.1.2

iface eth1 inet static
         address 192.19.20.1
         netmask 255.255.255.0
         network 192.19.20.0

lalu save (Ctrl+x) (y+enter)
dan Restart dengan cara

# /etc/init.d/networking restart

lalu

# nano /etc/sysctl.conf
lalu hapus pagar pada (net.ipv4.ip_forward=1)

lalu

#nano /etc/rc.local

diatas exit 0

masukan
iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE

dan save (Ctrl+X)(Y+Enter)
dan reboot

# reboot

Login kembali

trus cek
# iptables -t nat -n -L

Lalu Buka windows XP
Buka Control panel - Network and internet connection - Network connection - Local area connection - Properties - Internet protocol (TCP/IP) - Properties

setting IP nya
IP address            192.19.20.2
subnetmask          255.255.255.0
default gateway   192.19.20.1

masukan dns
preffered dns server 192.19.20.1

Ok - Close

Buka CMD lalu PING 192.19.20.1

Selesai

Senin, 20 Februari 2017

DHCP Server diLinux

Assalamualikum wr.wb
Materi kali ini tentang dhcp server linux silahkan lihat :


=>Pastikan sudah login sebagai “root”. Jika sudah kita lakukan konfigurasi.

=>Masukan IP address untuk masing-masing interfaces

=>Edit file Interfaces dengan menggunakan perintah berikut.


# nano /etc/network/interfaces

=>Kemudian edit dan masukan IP address pada setiap interfaces sesuai dengan topologi.

auto eth0
iface eth0 inet static
          address 192.168.1.1
          netmask 255.255.255.0
          network 192.168.1.0
          broadcast 192.168.1.255
          gateway 192.168.1.1
auto eth1
iface eth1 inet static
          address 192.168.20.1
          netmask 255.255.255.240
          network 192.168.20.0
          broadcast 192.168.20.255
Jika sudah selesai diedit, save (Ctrl+O), Exit, (Ctrl+X).

=>Tambah nameserver pada file resolv.conf

# nano /etc/resolv.conf

nameserver 8.8.8.8

=>Setelah itu, lakukan beberapa konfigurasi berikut.

# nano /etc/rc.local

iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE
exit0

# nano /etc/sysctl.conf

net.ipv4.ip_forward=1

=>Hilangkan tanda pagar pada baris seperti diatas, karena secara default sudah diberi pagar. Kemudian restart PC router. Perintah yang bisa digunakan adalah “reboot” atau juga “init 6”.

=>Jika sudah, pada PC router lakukan pengetesan koneksi menggunakan perintah ping.

Lakukan ping ke IP 192.168.1.1
Lakukan ping ke IP 8.8.8.8
Lakukan ping ke google.com (atau yang lainnya).

=>Pastikan semua reply, dalam artian koneksi sudah sukses. Jika gagal ping ke IP 192.168.1.1, coba periksa kembali IP address yang di setting tadi. Pastikan juga PC router sudah terkoneksi dengan baik secara fisik. Bisa gunakan perintah “mii-tool“, untuk melihat status link. Jika gagal ping ke google.com, pastikan gateway sudah benar dan nameserver sudah tertulis dengan benar.

•Setelah PC router berhasil terkoneksi ke internet dengan baik, baru kita sambungkan ke PC client. Pada komputer client setting ip address sebagai berikut:

IP address 192.168.20.2 (range 1-14)
Netmask 255.255.255.240
Gateway 192.168.20.1
DNS 8.8.8.8

•Kurang lebih seperti itu untuk setting IP address pada komputer client. Kemudian lakukan ping untuk mengetes koneksi.

Lakukan ping ke 192.168.20.1
Lakukan ping ke 192.168.1.1
Lakukan ping ke google.com

=>Pastikan semua mendapat pesan reply yang berarti terdapat koneksi, dan itu berarti PC router sudah berhasil terkonfigurasi. Jika gagal melakukan ping ke IP 192.168.1.1, ada kemungkinan kesalahan saat konfigurasi di PC routernya. Pastikan file rc.local, sysctl.conf, serta IP address di PC router sudah benar semua.

Selasa, 17 Januari 2017

Perhitungan Subneting



Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast


Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0
/11
255.240.0.0
/12
255.248.0.0
/13
255.252.0.0
/14
255.254.0.0
/15
255.255.0.0
/16
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30
 
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 200.100.0/27 ?

Analisa: 200.100.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 23 = 8 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 25 – 2 = 30 host
  3. Blok Subnet = 256 – 224 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 32. Subnet berikutnya adalah 32 + 32 = 64, dan 64+32=96. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 32, 64, 96,...224.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
 

Subnet
200.100.10.0
200.100.10.32
200.100.10.64
200.100.10.96
Host Pertama
200.100.10.1
200.100.10.33
200.100.10.65
200.100.10.97
Host Terakhir
200.100.10.30
200.100.10.62
200.100.10.94
200.100.10.126
Broadcast
200.100.10.31
200.100.10.63
200.100.10.97
200.100.10.127
 


Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.




Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30




SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B




Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.



Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30

Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 170.12.0.0/18
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0
172.16.64.0
172.16.128.0
172.16.192.0
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0
172.16.0.128
172.16.1.0
172.16.255.128
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.0.129
172.16.1.1
172.16.255.129
Host Terakhir
172.16.0.126
172.16.0.254
172.16.1.126
172.16.255.254
Broadcast
172.16.0.127
172.16.0.255
172.16.1.127
172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan

 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 121.0.0.0/11
Analisa: 121.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11100000.00000000.00000000 (255.224.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 23 = 8 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 221 – 2 = 2097150 host
  3. Blok Subnet = 256 – 224 = 32. Jadi subnet lengkapnya: 0,32,64,96,128,160, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
121.0.0.0
121.32.0.0
121.32.0.0
121.96.0.0
Host Pertama
121.0.0.1
121.32.0.1
121.64.0.1
121.96.0.1
Host Terakhir
121.31.255.254
121.63.255.254
121.95.255.254
121.127.255.254
Broadcast
121.31.255.255
121.63.255.255
121.63.255.255
121.127.255.255

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2